TANGIS DI ATAS SAJADAH

Pernahkah kau merasa, Bagaikan kau bertemu langsung dengan-Nya. Syahdu, hening, terniang lantunan Ar-rahman di telinga. Seketika hati mu bergetar, tubuhmu kaku tak bergerak. Kau mematung tapi bernyawa. Lalu, dada mu di penuhi oleh sesak dan butir-butir air tangis mulai tergenang di matamu. Jatuh, menetes, basah di atas sajadah. Lantunan-lantunan Ar-rahman masih merdu bergumam. Seketika kau mensunyi di tengah jama'ah. Mata mu padat di penuhi tangis. Tak mampu melihat, kau serasa buta. Iringan-iringan ingatan akan dosa mu mulai tergambar nyata. Ya, kau melihatnya. Tanpa memejamkan mata, dosa itu tergambar jelas di atas sajadah. Deru haru tangis bisu mu semakin pecah. Bak ombak memecah samudra, bak angin mengiringi sendu. Kau terhipnotis akan suasana. Tak tau mengapa hati mu serasah pedih. Tajam, masuk menusuk, menyayat-nyayat hati. Bibir mu tak sanggup lagi menahan bisu. Dalam sujud mu, tertatih kata-kata taubat. Takut akan dosa, takut akan azalnya. Bagai malam berganti siang, menyadarkan mu bahwa kelam telah berlalu. Surah itu berhasil membukakan mata, menyadarkan budak lemah yang bergelimang dosa. By : FRAN JAYA 5/21/2018 5 Ramadhan 1439 H

Komentar

Postingan Populer