Sahabatku, Azli Ashari

Assalamu'alaykum dreamers. Bak kata pepatah. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Yaa, begitulah hubungan persahabatan ku dengan Azli, pemuda asal Belawan yang berpostur tinggi, dengan alis yg tebal, lesung pipi kiri kanan, berlogat aceh dan cadel huruf R. Aku mengenalnya saat kami bekerja di Caffe Oscar. Kami saling mengisi, jatuh bangun bersama, bekerja bersama, berjuang bersama, susah dan senang juga kami lalui bersama. Pertemuan kami bermula saat aku libur kuliah semester satu. Saat itu aku mencari pekerjaan untk mengisi waktu liburku sekaligus mencari uang utk biaya kuliahku. Aku bekerja di sebuah cafe di kota Belawan. Di situlah aku bertemu dengannya yg kala itu masih 4 bulan bekerja. Sebagai anak baru, kerjaku pastinya tidak selihai kerja mereka (karyawan lainnya). Namun, Azli sangatlah kompeten dalam mengajariku dan sabar melihat kebodohanku dalam bekerja. Dari 4 org karyawan pria lainnya, hanya dia yang mau dengan ikhlas dan sabar mengajariku. Sejak saat itulah persahabatan kami dimulai. Azli bukanlah pemuda yg seberuntung diriku. Terkadang aku merasa hidupku ini terlalu susah dan kurang bersyukur. Namun ternyata masih ada org yg lebih susah dariku tetapi lebih mensyukuri hidupnya. Azli hanya tinggal di rumah panggung tua yg sudah reyot bersama keluarganya. Dan ia juga tdk memiliki kendaraan apapun. Oleh sebab itu setiap hari aku menjemputnya sebelum berangkat kerja dan mengantarnya pulang kerumahnya seusai bekerja. Walaupun hidupnya sederhana, tapi ia bukanlah sosok org pesimis dan pemurung. Ia selalu punya bahan banyolan utk menghibur orang lain. Terutama aku, sahabatnya. Sekalipun ia sedang kekurangan uang, ia tdk ragu utk berbagi rezeki denganku. Walaupun itu hanya membeli gorengan dan juga es tebu. Betapa beruntungnya aku memiliki sahabat sepertinya. Saatku susah, ia selalu ada di sampingku. Hingga pada hari itu, saat HP ku rusak parah dan akupun tdk memiliki alat komunikasi. Namun, dengan ikhlas dia memberikan ku HP miliknya utk alat komunikasi ku. Aku tak tau, mengapa dia sangat baik padaku. Yang aku tau, dia hanya selalu berusaha membahagiakan orang-orang yg berada di sisinya, dan aku adalah salah satunya. Tingkahnya yg jahil terkadang buatku kesal dan marah. Namun ia selalu punya cara utk meredakan amarahku itu. Bersambung...

Komentar

Postingan Populer