Kisah Perpisahan dengan sahabat part 1

"Orang baik, dimana pun ia berada akan disukai orang". Pernahkah kalian mendengar kalimat tersebut ?
Kalimat itu selalu terucap dari bibir ibuku disaat aku akan memasuki hal yang baru dalam hidupku. Entah itu pendidikan (sekolah/kuliah), pekerjaan baru dan tempat tinggal baru. Namun kali ini berbeda. Kalimat tersebut bukanlah kudengar dari ibuku melainkan dari seorang wanita penjual asongan di depan caffe bandrek di tempat aku bekerja.
Ia tidak terlalu mengenalku. Hanya sekedar melihat gerak gerik keseharian aku bekerja.
            Malam itu seperti malam-malam biasanya. Waktu menunjukan pukul satu lewat tengah malam. Kami bergegas merapihkan semua barang dagangan untuk menutup caffe atau yang biasa disebut orang kedai bandrek. Dentuman musik caffe masih saja menyihir tubuh sahabatku Azli untuk terus berjoget riang mengikuti alunan musik tsb. Selain menjerit-jerit bernyanyikan lagu yang sedang hits dengan suara di bindeng-bindengkan agar terdengar merdu dan menyerupai penyanyi aslinya, berjoget juga merupakan kebiasaannya saat bekerja mengangkat dan menyusun 176 kursi dan 44 meja ke atas becak tua yang tak hidup lagi mesinnya untuk disorong tiga kali putaran dan disimpan di sebuah gudang tua .

Ajaib memang. Dengan hal tersebut kami mendapatkan energi berlebih untuk bekerja sehingga rasa capek pun tak dirasakan lagi oleh kami. Beda halnya disaat satu diantara kami tidak masuk bekerja dan posisi kosong tersebut digantikan oleh duan atau roy (teman kami juga) maka rasa capek akan terasa amat sekali hingga aku mengeluh dalam hati.
    Canda, gurau dan tawa selalu mengiringi pekerjaan kami setiap malam hingga sampai kami selesai dengan semua tugas-tugas kami. Sudah menjadi rutinitas kami untuk duduk berkumpul bersama anggota oscar caffe setiap selesai bekerja.
 Saat suasana riuh dengan gelak tawa, ku mantapkan hati untuk berbicara di depan mereka semua. "Bang son, besok adalah hari terakhir aku bekerja disini karena mulai hari senin aku sudah masuk kuliah lagi".  Seketika suasana menjadi hening. Wajah2 yang tadinya riang tertawa kini berubah datar dengan mata berkaca-kaca.
Sebelumnya aku juga telah memberitahu mereka bahwa aku akan berhenti bekerja. Namun mereka pikir itu hanyalah guyonanku semata. Ketika aku berbicara langsung kepada Tyson ( tangan kanan Bos Madan) barulah mereka percaya.
           Wajah datar mereka mengiris hatiku. Terutama Azli dan ibuk. Ibuk mendumel sebagai wujud kekesalannya berpisah denganku. "Oalah... Udah dapat kawan yang enak pun. Ini mau pergi. Mau ganti orang lagi." Dengan nada rendah aku menjelaskan padanya. "Yaa kek manalah buk, mulai senin aku udah masuk kuliah lagi. Yaa gak bisa kerja lagilah buk''. Ia hanya merunduk diam setelah mendengar penjelasanku itu. Sedangkan Azli, ia sudah tidak kaget lagi karena sore harinya sudah aku ceritakan semua tentang keputusanku ini disaat kami ditugaskan ibuk untuk menyuci meja/kursi dan mengambil air di sumur.
        Saat itu setelah ia berhenti dari jeritan nyanyiannya, ku katakan padanya bahwa besok adalah hari terakhir dia bersamaku. Dengan mata berlinang dan suara bergetar ia bertanya. "Kenapa... ?" . saat itu aku tak ingin larut dalam kesedihan. Semua pertanyaan yg ia lontarkan padaku ku jawab dengan gurauan.  Hingga sampai ia mengeluarkan nada tingginya dan meminta jawaban yang pasti dariku. Tak bisa ku elakkan. Ku ceritakan semuanya padanya agar ia tidak merasa penasaran dan kecewa padaku. Lalu berbagai solusi pun muncul dari otak anak seorang nelayan ini. "Percuma, mau bagaimana pun kuliah di PTN itu tak seperti di swasta. Dan aku tidak bisa mengatur jadwal untuk kuliah sambil bekerja disini".
Berkali-kali ia memutar akal untuk mencari solusi agar aku tetap bisa bersamanya namun semuanya percuma. Ia hanya bisa merunduk dan merenungiku.
     Sejak sore itu ia tak  seperti dia yang biasanya. Bahkan ia seperti marah padaku.
Ku coba untuk membuat suasana hatinya riang kembali dengan membawakannya sepiring ifumie goreng untuk kami makan bersama lalu ku antar dan ku jemput ia dari rumahnya setelah mandi dan merapihkan diri.

Komentar

  1. "Perpisahan dengan sahabat" semoga gk ada part II nya ����������

    BalasHapus
  2. "Perpisahan dengan sahabat" semoga gk ada part II nya ����������

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer