Smart One 2016 by SGC USU
Assamualaykum dreamers....
Entah mengapa malam ini aku teringat kembali pada kegiatan yang aku ikuti beberapa bulan yang lalu. Ya, tepatnya 25-27 November 2016 . Sebuah kegiatan training pelatihan diri untuk membentuk cendikiawan cerdas. SMART ONE namanya. Smart one merupakan sebuah kegiatan rutin tahunan yang di adakan oleh Smart Generation Community (SGC) dalam perecruitan anggota baru. Aku merasa sangat berentung karna diizinkan Allah untuk lulus seleksi wawancara dan bisa mengikuti kegiatan smart one yang sangat mengesankan bagiku. Bukan baru sekali aku mengikuti kegiatan training-training serupa. Banyak training yang telah ku ikuti sedari aku duduk dibangku SMA hingga yang baru-baru ini ku ikuti kegiatan training Emotional Spiritual Management (ESM) yang di punggawahi oleh UKMI AL-FALAK FMIPA USU . setelah aku mengikuti training SMART ONE, aku menemukan hl-hal yang “WOW” yang tidak ku dapati dalam training-training lainnya.
Bermula dari kamis 24 November 2016, kami para calon peserta SMART ONE dikumpulkan dalam aula mesjid FISIP untuk mengikuti technical meeting. Semua informasi tentang smart one di beritakan disana, hingga kami di persatukan dalam sebuah kelompok-kelompok kecil beranggotakan 6 orang. Dengn izin Allah, aku dipertemukan dengan Hendra, kak Tiwi, kak Indah dan yang lainnya dalam sebuah kelompok yang kemudian kami beri nama AL-FARABI. Kami saling berta’arufan untuk saling mengenal dan membangun kemistri di dalam kelompok kami. Masya Allah betapa senangnya hati ini bertemu dengn teman-teman baru yang sholeh dan sholeha.
Tibalah hari yang ku nantikan, jum’at 25 November 2016. Telah ku bereskan sebelumnya semua barang-barang yang akan ku bawa untuk kegiatan smart one. Ku tenteng-tenteng tas ransel dan goody bag di tanganku. Jam di tanganku menunjukkan jarum panjang ke arah angka 4. Ku datangi stadion mini pintu 4 USU sebagai tempat yang telah di sepakati untuk berkumpul. Namu sayang, tak ada satu pun orang disana. Aku menunggu selama beberapa menit hingga tak lama kemudian satu persatu peserta smart one berdatangan menunggu keberangkatan. Tunggu-menunggu hingga waktu bergulir sampai pukul 17;30 WIB, barulah kami bergegas berangkat bersama menuju Bapemas sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan yang mulia itu. Setibanya di lokasi, kami langsung berbaris sejajar di depan meja registrasi dan menunggu pengarahan selnjutnya untuk masuk ke kamar membereskan barang-barang yang kami bawa.
Lantunan merdu suara adzan berkumandang dari toa mesjid di samping gedung Bapemas. Segera aku dan peserta ikhwan lainnya bergegas menunaikan perintah Allah. Waktu menunjukkan pukul 19;00 WIB. Selesai sholat kami bergegas untuk mandi dan makan malam bersama sungguh tiada tara nikmat yang Allah berikan. Makan malam dengan lauk yang sederhana akan terasa sangat nikmat jika di syukuri bersama orang-orang yang sholeh., sahabat-sahabat baruku. Selesai makan kami pun bersiap-siap untuk sholat isya berjamaah di mesjid. Hingga ba’a isya, kami pun dikumpulkan dalam aula gedung Bapemas untuk mengikuti acara opening smart one dan di lanjutkan dengan penyampaian materi. Masya Allah, opening yang sangat inspiratif di bawakan oleh sosok yang juga inspiratif. Bang Rahmat namanya. Aku terkenang akan kata-kata beliau. “ prestasi itu butuh proses, tapi prosesnya harus cepat. Kalian harus berlari secepat macan !! . sambil memirip-miripkan jarinya seperti jari macan, ia mengaum. “ waauum..!! ayo mana taring kalian? Cepat keluarkan taring klian !”. Aku tersenyum. Bagikan bocah ingusan aku mengmini perintahnya. Ku keluarkan gigiku, lalu ku mirip-miripkan bagaikan macan yang hendak menerkam. Konyol sih, tapi ambil saja sisi baiknya. Setidaknya semangatku naik beberapa derajat dari sebelumnya.
Setelah opening selesai, kini kegiatan di ambil alih oleh abangda Ramadani Master of Training. Beliau merupakan mahasiswa berpretasi dari jurusan ilmu computer , penerima beasiswa Rumah Kepemimpinan dan juga ketua umum dalam organisasi SABUN (Sahabat Beasiswa Untuk Negeri). Pembawannya yang riang dan kocak membuat mata ku melek di waktu yang biasanya aku pergunakan untuk tidur. Materi pertama dibawakan oleh abangda Aulia Rahman dengan tema Lembaga Keilmuan. Beliau berkata “ ada 3 pokok hal yang harus ada di dalam diri kalian. Yakni iron stock, agent of change dan moral force.
Malam semakin larut hingga waktu menunjukan pukul 11 kurang. Forum selesai dan kami pun di persilahkan untuk beristirahat di kamar masing-masing. Malam itu berlalu begitu cepat karena pukul 4 pagi kami sudah dibangunkan. Selepas sholat subuh, kami pun bersiap-siap untuk berolah raga. Alhamdulillah, betapa segarnya udara pagi itu. Kami berolahraga dengan berlari-lari kecil yang dinamakan “Joging-Joging Jambu”. Ya begitulah sebutan dari panitia untuk hal-hal yang di anggap tanggung. Usai lelah berjoging-joging jambu. Kami pun melanjutkan olahraga kami dengan senam SKJ dan game seru untuk melatih kekompakan kami.
Dihari kedua ini kami disuguhkan dengan materi Karya Ilmiah dan Essay oleh abangda Arung Buana selaku mahasiswa berprestasi yang telah memenangkn lebih dari 30 kali perlombaan menulis. Masya Allah, he’s so inspiring men!!. Sore harinya, kami disuguhkan dengan materi yang dibawakan oleh abangda Rizal yang super duper amazing. Mimpi, ya itulah tema dari materinya. Tak henti-hentinya jantungku berdebar takjub selama beliau menyampaikan materinya. Maha suci Allah yang menepti janjinya terhadap hamba-hambanya yang mau berusaha untuk mengubah nasibnya. Masih ku ingat suara lantangku saat abangda Rizal menyuruh kami membacakan mimpi-mimpi kami. Sekuat mungkin ku teriakkan suaraku agar malaikat-malaikat di langit sana mendengr dan mengamininya. Terima kasih bang Rizal karena telah membuatku bersemangat dan ambisius untuk menggapai mimpi-mimpiku.
Saat malam hari tiba, forum di sulap menjadi pentas seni oleh panitia. Kelompokku berkesempatan untuk tampil pada urutan yang pertama. Huuufftt…. Sedikit ku hela nafasku untuk menenangkan diri dari kegerogian. Merdunya petikan gitar dalam course Laskar Pelangi sontak membuat orang-orang tersenyum seolah-olah flashback pada film Laskar Pelangi yang fenomenal itu. Kami bernyanyi bersama untuk membangkitkan semangat kami dalam menggapai mimpi. Hingga di pertengahan lagu, sedikit puisi ku bacakan untuk menyempurnakan tampilan kami. Tak sia-sia, penampilan kami di apresiasi baik oleh dewan juri. “opening yang bagus” begitulah katanya. Satu persatu setiap kelompok tampil bergantian. Salah satu penampilan yang mencuri perhatianku adalah saat Bukhori dan kelompoknya beracting plesetan talk show Mata Nazwa yang seolah-olah mengundang mantan presiden Indonesia seperti SBY, B.J.Habibie, Mega Wati dan wali kota Surabaya ibu Tri Risma. Berperan sebagai B.J.Habibie, Bukhori berhasil memirip-miripkan suaranya layaknya Reza Rahardian dalam film Habibie & Ainun sehingga semua orang takjub padanya.
Usai pentas seni, kami langsung bergegas tidur untuk mempersiapkan diri pada kegiatan besok. Malam berlalu begitu cepat. Tibalah kami di hari terakhir training smart one. Agendanya kami akan mengikuti outbound ke taman cadika. Namun sayang karena keperluan kuliah, aku harus pulang lebih awal dan terpaksa tidak mengikuti kegiatan tersebut. Tibalah saat-saat yang tidak ku sukai. Aku harus berpisah dengan sahabat-sahabat baruku. Sebelum pulang kusalami mereka satu persatu dengan senyuman.
Betapa berharganya training smart one SGC yang telah berlalu itu. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang ku dapatkan disana. Dengan tekat yang kuat akan ku amalkan segala ilmu yang ku dapat selama kegiatan tersebut. Kutanamkan dalam hatiku “ Aku FRAN JAYA akan berhasil menggapai mimpi-mimpiku untuk orang tuaku, USU-ku, bangsaku dan agamaku.” ALLAH HU AKBAR !!!
Entah mengapa malam ini aku teringat kembali pada kegiatan yang aku ikuti beberapa bulan yang lalu. Ya, tepatnya 25-27 November 2016 . Sebuah kegiatan training pelatihan diri untuk membentuk cendikiawan cerdas. SMART ONE namanya. Smart one merupakan sebuah kegiatan rutin tahunan yang di adakan oleh Smart Generation Community (SGC) dalam perecruitan anggota baru. Aku merasa sangat berentung karna diizinkan Allah untuk lulus seleksi wawancara dan bisa mengikuti kegiatan smart one yang sangat mengesankan bagiku. Bukan baru sekali aku mengikuti kegiatan training-training serupa. Banyak training yang telah ku ikuti sedari aku duduk dibangku SMA hingga yang baru-baru ini ku ikuti kegiatan training Emotional Spiritual Management (ESM) yang di punggawahi oleh UKMI AL-FALAK FMIPA USU . setelah aku mengikuti training SMART ONE, aku menemukan hl-hal yang “WOW” yang tidak ku dapati dalam training-training lainnya.
Bermula dari kamis 24 November 2016, kami para calon peserta SMART ONE dikumpulkan dalam aula mesjid FISIP untuk mengikuti technical meeting. Semua informasi tentang smart one di beritakan disana, hingga kami di persatukan dalam sebuah kelompok-kelompok kecil beranggotakan 6 orang. Dengn izin Allah, aku dipertemukan dengan Hendra, kak Tiwi, kak Indah dan yang lainnya dalam sebuah kelompok yang kemudian kami beri nama AL-FARABI. Kami saling berta’arufan untuk saling mengenal dan membangun kemistri di dalam kelompok kami. Masya Allah betapa senangnya hati ini bertemu dengn teman-teman baru yang sholeh dan sholeha.
Tibalah hari yang ku nantikan, jum’at 25 November 2016. Telah ku bereskan sebelumnya semua barang-barang yang akan ku bawa untuk kegiatan smart one. Ku tenteng-tenteng tas ransel dan goody bag di tanganku. Jam di tanganku menunjukkan jarum panjang ke arah angka 4. Ku datangi stadion mini pintu 4 USU sebagai tempat yang telah di sepakati untuk berkumpul. Namu sayang, tak ada satu pun orang disana. Aku menunggu selama beberapa menit hingga tak lama kemudian satu persatu peserta smart one berdatangan menunggu keberangkatan. Tunggu-menunggu hingga waktu bergulir sampai pukul 17;30 WIB, barulah kami bergegas berangkat bersama menuju Bapemas sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan yang mulia itu. Setibanya di lokasi, kami langsung berbaris sejajar di depan meja registrasi dan menunggu pengarahan selnjutnya untuk masuk ke kamar membereskan barang-barang yang kami bawa.
Lantunan merdu suara adzan berkumandang dari toa mesjid di samping gedung Bapemas. Segera aku dan peserta ikhwan lainnya bergegas menunaikan perintah Allah. Waktu menunjukkan pukul 19;00 WIB. Selesai sholat kami bergegas untuk mandi dan makan malam bersama sungguh tiada tara nikmat yang Allah berikan. Makan malam dengan lauk yang sederhana akan terasa sangat nikmat jika di syukuri bersama orang-orang yang sholeh., sahabat-sahabat baruku. Selesai makan kami pun bersiap-siap untuk sholat isya berjamaah di mesjid. Hingga ba’a isya, kami pun dikumpulkan dalam aula gedung Bapemas untuk mengikuti acara opening smart one dan di lanjutkan dengan penyampaian materi. Masya Allah, opening yang sangat inspiratif di bawakan oleh sosok yang juga inspiratif. Bang Rahmat namanya. Aku terkenang akan kata-kata beliau. “ prestasi itu butuh proses, tapi prosesnya harus cepat. Kalian harus berlari secepat macan !! . sambil memirip-miripkan jarinya seperti jari macan, ia mengaum. “ waauum..!! ayo mana taring kalian? Cepat keluarkan taring klian !”. Aku tersenyum. Bagikan bocah ingusan aku mengmini perintahnya. Ku keluarkan gigiku, lalu ku mirip-miripkan bagaikan macan yang hendak menerkam. Konyol sih, tapi ambil saja sisi baiknya. Setidaknya semangatku naik beberapa derajat dari sebelumnya.
Setelah opening selesai, kini kegiatan di ambil alih oleh abangda Ramadani Master of Training. Beliau merupakan mahasiswa berpretasi dari jurusan ilmu computer , penerima beasiswa Rumah Kepemimpinan dan juga ketua umum dalam organisasi SABUN (Sahabat Beasiswa Untuk Negeri). Pembawannya yang riang dan kocak membuat mata ku melek di waktu yang biasanya aku pergunakan untuk tidur. Materi pertama dibawakan oleh abangda Aulia Rahman dengan tema Lembaga Keilmuan. Beliau berkata “ ada 3 pokok hal yang harus ada di dalam diri kalian. Yakni iron stock, agent of change dan moral force.
Malam semakin larut hingga waktu menunjukan pukul 11 kurang. Forum selesai dan kami pun di persilahkan untuk beristirahat di kamar masing-masing. Malam itu berlalu begitu cepat karena pukul 4 pagi kami sudah dibangunkan. Selepas sholat subuh, kami pun bersiap-siap untuk berolah raga. Alhamdulillah, betapa segarnya udara pagi itu. Kami berolahraga dengan berlari-lari kecil yang dinamakan “Joging-Joging Jambu”. Ya begitulah sebutan dari panitia untuk hal-hal yang di anggap tanggung. Usai lelah berjoging-joging jambu. Kami pun melanjutkan olahraga kami dengan senam SKJ dan game seru untuk melatih kekompakan kami.
Dihari kedua ini kami disuguhkan dengan materi Karya Ilmiah dan Essay oleh abangda Arung Buana selaku mahasiswa berprestasi yang telah memenangkn lebih dari 30 kali perlombaan menulis. Masya Allah, he’s so inspiring men!!. Sore harinya, kami disuguhkan dengan materi yang dibawakan oleh abangda Rizal yang super duper amazing. Mimpi, ya itulah tema dari materinya. Tak henti-hentinya jantungku berdebar takjub selama beliau menyampaikan materinya. Maha suci Allah yang menepti janjinya terhadap hamba-hambanya yang mau berusaha untuk mengubah nasibnya. Masih ku ingat suara lantangku saat abangda Rizal menyuruh kami membacakan mimpi-mimpi kami. Sekuat mungkin ku teriakkan suaraku agar malaikat-malaikat di langit sana mendengr dan mengamininya. Terima kasih bang Rizal karena telah membuatku bersemangat dan ambisius untuk menggapai mimpi-mimpiku.
Saat malam hari tiba, forum di sulap menjadi pentas seni oleh panitia. Kelompokku berkesempatan untuk tampil pada urutan yang pertama. Huuufftt…. Sedikit ku hela nafasku untuk menenangkan diri dari kegerogian. Merdunya petikan gitar dalam course Laskar Pelangi sontak membuat orang-orang tersenyum seolah-olah flashback pada film Laskar Pelangi yang fenomenal itu. Kami bernyanyi bersama untuk membangkitkan semangat kami dalam menggapai mimpi. Hingga di pertengahan lagu, sedikit puisi ku bacakan untuk menyempurnakan tampilan kami. Tak sia-sia, penampilan kami di apresiasi baik oleh dewan juri. “opening yang bagus” begitulah katanya. Satu persatu setiap kelompok tampil bergantian. Salah satu penampilan yang mencuri perhatianku adalah saat Bukhori dan kelompoknya beracting plesetan talk show Mata Nazwa yang seolah-olah mengundang mantan presiden Indonesia seperti SBY, B.J.Habibie, Mega Wati dan wali kota Surabaya ibu Tri Risma. Berperan sebagai B.J.Habibie, Bukhori berhasil memirip-miripkan suaranya layaknya Reza Rahardian dalam film Habibie & Ainun sehingga semua orang takjub padanya.
Usai pentas seni, kami langsung bergegas tidur untuk mempersiapkan diri pada kegiatan besok. Malam berlalu begitu cepat. Tibalah kami di hari terakhir training smart one. Agendanya kami akan mengikuti outbound ke taman cadika. Namun sayang karena keperluan kuliah, aku harus pulang lebih awal dan terpaksa tidak mengikuti kegiatan tersebut. Tibalah saat-saat yang tidak ku sukai. Aku harus berpisah dengan sahabat-sahabat baruku. Sebelum pulang kusalami mereka satu persatu dengan senyuman.
Betapa berharganya training smart one SGC yang telah berlalu itu. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang ku dapatkan disana. Dengan tekat yang kuat akan ku amalkan segala ilmu yang ku dapat selama kegiatan tersebut. Kutanamkan dalam hatiku “ Aku FRAN JAYA akan berhasil menggapai mimpi-mimpiku untuk orang tuaku, USU-ku, bangsaku dan agamaku.” ALLAH HU AKBAR !!!


Komentar
Posting Komentar